Minggu, 26 Agustus 2012

Andai laki – laki ini (boleh) menjadi kekasihku

Kali ini kamu merangkulku dengan erat, seolah takut kehilangan. Kamu berkata kepada mamah hari ini akan menghabiskan waktumu bersamaku. Ya.. hanya bersamaku. Dengan cepat mamah mengizinkan dan merelakan aku untuk terjaga bersamamu. Dasar mamah, percaya saja dengan laki laki berhidung mancung, berkulit sawo matang dan bertubuh tinggi besar ini.

Usiamu memang lebih tua dariku 5 tahun tapi aku mampu menaklukanmu. Kamu tidak akan pernah membantah perkataanku. Kamu selalu saja mengalah saat aku pinta ini itu, tapi kamu selalu membantah saat aku berkata TIDAK dengan presepsimu. Seperti yang kita lakukan ini.

Kamu mengajakku nonton bioskop tapi aku ingin ke toko buku ! Terpaksa kamu harus mengurungkan niat dan berjam jam menemaniku ke toko buku.

Aku sudah melalap habis dua buah novel karya Agnes Dovar dengan judul "Ayah Mengapa Aku Berbeda" dan "Surat Kecil Untuk Tuhan" dalam waktu 2 setengah jam.

Wajahmu tampak bosan dengan hobiku membaca buku ini, tapi aku sungguh tidak peduli dengan wajah urung yang kamu perlihatkan di depanku. Saat aku akan meraih satu novel lagi yang berjudul "My Idiot Brother" Ah.. tapi lama kelamaan kamu itu semakin membuatku kasihan. SIAL ! Kamu berhasil membuatku luluh. "Baiklah, ayo kita menonton film"

Seember kecil pop corn sudah menemaniku. Dua buah tiket bioskop sudah dalam genggaman. Dua buah soft drink gelas besar sudah ada di tanganmu. Aku sudah siapkan headset dan mulai mendengar musik klasik favoritku itu keras keras dalam telinga saat film itu di putar.

Setelah film itu selesai di putar kamu mengajakku merasakan indahnya taman kota di malam hari. Entah mengapa diusiamu yang cukup matang ini, kamu belum memiliki kekasih padahal kamu sudah berpenghasilan dan memiliki rumah sendiri. Wanita mana yang tidak ingin memilikimu ?

Saat ku singgung soal wanita impianmu, tiba tiba kamu mendekatkan wajahmu. Aku mampu merasakan aroma mentol dari nafasmu. Hingga jarak kita kurang dari 5 cm dan kamu mulai berkata "Jika kamu bertanya bagaimana tipe pacarku, aku akan jawab mirip sepertimu. Jika kamu bertanya mengapa sampai saat ini aku tidak memiliki pacar, aku akan jawab aku masih mencintaimu. Jika kamu bertanya kapan aku akan berhenti mencintaimu, aku akan menjawab sampai nanti aku punya anak, istri dan sampai mati aku akan tetap mencintaimu."

Dasar laki laki ini maunya apa sih ?

Tiba tiba aku langsung memejamkan mataku saat aku merasakan sesuatu mendarat di bibirku beberapa detik.

Saat aku membuka mataku aku sudah berada di kamarku sendiri dan lagi lagi wajahmu lah yang pertama kali muncul.

"Bangun sayang udah siang nih !"

SIAL semalam aku hanya mimpi ? dan kamulah yang menyadarkan ku dalam mimpi indahku semalam. Kamu ini sering sekali mengusik hidupku. Menggangguku. Bahkan sampai membuatku menangis. Aku membencimu !

"malam ini,kamu mimpi apa sayang ?" tanyamu tanpa dosa.
“SIAL ! kamu tau tidak aku tadi mimpi apa ? Aku mimpi indaah ! Kamu ini selalu saja mengusikku !” omelku kesal sambil memukuli tubuhnya di atas ranjang.
“Seindah apa mimpimu sayang ?” Tanyamu yang bangkit dari ranjang dan mendekatkan wajahmu kearahku, sangat dekat.
“aku tadi hampir di cium pangeran ganteng !” ucapku kesal !

Tanpa berfikir panjang kamu semakin mendekatkan wajahmu kearah wajahku. Jarak kita hanya beberapa senti, kemudian bibir kita bertemu. Dalam beberapa detik aku mampu merasakan tanganmu melingkar di belakang pinggulku yang mempertemukan tubuh kita dalam pelukan. Begitu dekat hingga tubuh kecilku terangkat sampai jinjit untuk meraih bibirmu.

Aku mampu merasakan dada kita saling bersentuhan dengan sedikit bungkukan tubuhmu. Aku menikmati sentuhan dan aroma mentol dari bibirmu. Aku semakin mendekatkan kepalamu kearah bibirku dengan rangkulan tanganku di belakang lehermu.

Suara ponselku berdering nyaring.. Dan membuatku cepat melepaskan pertemuan bibir kami.

"SIAL ! suara ponselmu. Siapa dia ?" tanyamu kesal
"FIKRI"
"Kekasih tak tau diri itu ingat denganmu ? untuk apa dia kembali ?"
"entahlah"

Bergegas kamu meraih poselku dan mematikan telfonnya.

Kamu menyentuh bawah telingaku dan kembali melakukan hal yang sama. Dan kembali kejadian itu terputar manis. Sampai suara ketukan pintu kamarku yang terkunci itu memecah suasana romantisme tadi.

"Sarapan sudah siap sayang" ucap mamah di balik pintu kamarku

Aku melepaskan bibirku dengan cepat. "iya maaah.." ucapku

Ternyata kamu sudah merencanakan hal ini, hingga harus kamu kunci kamarku. Dasar nakal !

“Sekarang, kamu sudah dapatkan itu dari pangeran ganteng kan ?” ucapmu nakal sambil menunjukan bahwa dirimu adalah pangeran yang aku maksud. Dengan tangan masih menyentuh leherku.
“Ah kamu. Laki lakinya bukan kamu. Mamaaaaaaaah !” teriakku yang masih dalam pelukannya.
"tapi kamu menikmatinya kan ? " ucapmu sambil mencari cari bibirku dan dalam tunduk maluku. Akupun menolaknya dengan mengecup dagunya dengan cepat.
"Kejadian semalam itu.. Bukan mimpi" ucapmu menjelaskan
aku mengerutkan dahiku dan melepaskan lingkaran tanganmu dalam leherku. "maksudmu ?"
"Semalam di toko buku, di bioskop dan di taman itu kamu bersamaku. Sayang"
"Hah ?"
"Jika kamu bertanya bagaimana tipe pacarku, aku akan jawab mirip sepertimu. Jika kamu bertanya mengapa sampai saat ini aku tidak memiliki pacar, aku akan jawab aku masih mencintaimu. Jika kamu bertanya kapan aku akan berhenti mencintaimu, aku akan menjawab sampai nanti aku punya anak, istri dan sampai mati aku akan tetap mencintaimu."
"Hah ? kata kata itu. Jadi ? Semalam itu........"
"AKU hehe" ucapmu sambil mengecup bibirku dengan cepat lalu pergi meninggalkan kamarku
"Mamaaaaaaaaaahhhh... KAKAK NAKAL !!!!!!!"

Aku baru tersadar bahwa 5 menit yang lalu aku sedang melakukan kontak fisik bodoh dengan kakak ku sendiri. SIAL ! kenapa kamu harus menjadi kakakku ? Andai saja 17 tahun yang lalu mamah dan papah kita tidak menikah. Andai laki laki yang ku panggil Kakak ini boleh menjadi kekasihku. Andai saja.....

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Rediska Amaliawati Blogger Template by Ipietoon Blogger Template